sebuah catatan perjalanan belajar menjadi manusia

Showing posts with label spiritual. Show all posts
Showing posts with label spiritual. Show all posts

Hikayat Kupu-Kupu

Sebab tiada yang baru di bawah matahari, maka kita memang hanya bisa meniru. Dari semua kata-kata yang akan kukatakan, sudah pernah dikisahkan sejak dulu. 

Memang kau kira dari mana aku dapatkan kata-kata dan bisikan ide itu? 

Seseorang tua di dalamku yang memandu, agar sampai juga ke cerita yang dituju. Dan tugasku itu meneruskan cerita ini pada ulat-ulat sepertimu yang selalu bertanya, selalu mencari, selalu merindu. 

 

Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 6


SI BINTANG LAGI

Mila : Eh, udah baca blognya Dessy yang terbaru?
Putri : Ih udah, kamu buat itu mau merebut hatiku lagi kan?
Dessy : Bintang nitip salam sama kalian, dia udah baca semua
Mila : Masa Bintang nitip salam sama kita?
Putri : Gak gentle salam aja dititip
Mila : Hahaha
Putri : Tolong sampaikan sama Bintang, jangan sok deket sama aku
Dessy : Iya tar ta sampein
Putri : Salam apa? salam walekum! Ganjen benget dasar bintang jatuh
Mila : Cobak salamnya salam tempel ya, bisa masuk geng kita dia
Putri : Minimal kenalan dulu deh masak langsung nitip salam ihhhh salam jangan dititip dibawa aja sendiri kesini
Dessy : .....

Bicara tentang Hidup - The Untold Story with Lonewolf Bagian 3 - END




SANG GURU

Bintang : Kata Sadguru, Guru itu pemecah gelap bukan orang yang bisa diajak berjabat tangan. Bukan juga sesuatu yang bisa ditanya

Dessy : Pemecah gelap seperti apa Bin?

Bintang : Gelap bagiku itu pikiran sempit. Pemecah gelap artinya jadi open minded. Aku pernah dengar juga, kalau murid sudah siap, guru akan datang sendiri dalam wujud apapun. Bisa dalam wujud masalah atau yang paling normal, berwujud orang

The Egg by Andy Weir


Beberapa tahun yang lalu seseorang memposting cerita ini di halaman facebooknya. Ceritanya begitu mengena hingga saya menuliskannya kembali di buku diary saya kala itu. 

Bicara tentang Hidup - The Untold Story with Lonewolf Bagian 2

Banyak pembaca yang bertanya siapa Lonewolf di postingan saya yang lalu. 


Mungkin beberapa dari teman-teman sekolah saya pasti mengenalnya namun tidak menyangka dialah orangnya.  

Ya, kita semua berubah tanpa kita sadari.

Dia berubah.

Saya berubah.

Mungkin juga Anda.


Bicara tentang Hidup - The Untold Story with Lonewolf

Have you ever felt a connection with someone? Not in lust or in their image, but in the richness of their soul and the vibes they give off?

Sebenarnya, saya benci percakapan basa basi. “Hai, apa kabar?” “Sudah makan?”

Ya sudahlah bro... nanti kalau gak makan mati donggg 😜😜😜

Saya menyukai “deep talk”, bicara tentang kehidupan, mimpi, kisah, Tuhan, alam semesta, dan apapun itu yang mengganggu tidur, yang membuat terjaga di malam hari. Yang membuat gelisah ataupun yang membuat bersemangat menjalani hari....


Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 3

Katakanlah sabda Tuhan dalam blog ini imajinasi, ilusi ataukah halusinasi. Namun, pernahkah Anda berpikir lebih penting memperdebatkan nyata atau mengambil makna?

Bagi yang baru mengikuti, silakan baca kisah sebelumnya :
Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 1
Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 2

here we go ...

Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 2

Selamat datang ke tulisan yang kosong-tapi-berisi-sedikit ini. Tidak seperti tulisan sebelumnya yang butuh waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan ide dan mengingat-ingat percakapan yang berserakan, tulisan ini hanya perlu waktu satu minggu saja untuk menyelesaikannya.

(Baca : Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan Bagian 1)


Seperti yang dikatakan Rumi, “apa yang kau cari juga mencarimu”, ternyata apa yang dicari memang semakin dekat dan menjadi inspirasi. 




Entah berguna atau hanya sebagai hiburan belaka, kami hanya menjalankan tugas saja selebihnya terserah Anda menyikapinya.

Here we go... 


Kisah Kedekatan Kami dengan Tuhan

Tuhan sebenarnya sangat dekat dengan kita. Mungkin semua agama atau kepercayaan mengajarkan kita untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan, hingga ada yang menyebutkan
Tuhan lebih dekat dari urat leher kita
Namun kedekatan yang saya dan teman-teman saya alami adalah kedekatan ganjil yang tercipta akibat pengalaman-pengalaman pahit di dunia, dimana hal tersebut mau tidak mau membuat kami "akrab" dengan Tuhan.

Kisah di bawah adalah rangkuman percakapan beberapa bulan belakangan ini antara saya dan dua orang teman yang tidak mau saya anggap teman (apalagi sahabat) karena sesungguhnya kami semua tiada berteman selain dengan Tuhan itu sendiri. 


WARNING!
Tulisan ini hanya untuk orang-orang yang memiliki pemikiran terbuka dan pemahaman ketuhanan yang universal. Jika kita tidak sepaham, membaca hal dibawah berefek samping kejang-kejang dan koar-koar pelecehan. Jika sudah terlanjur membaca dan sakit berlanjut, hubungi Tuhan.

Meme Spiritual dan Hal-Hal yang Tidak Masuk Akal Bagian 3

Sesuatu yang berharga memang harus didapatkan dengan perjuangan.

Berikut lanjutan dari meme spiritual bagian ke 2

Sisi Baik dan Keuntungan


Meme Spiritual dan Hal-Hal yang Tidak Masuk Akal Bagian 2

Berikut adalah lanjutan dari meme spiritual bagian 1


Meme Spiritual dan Hal-Hal yang Tidak Masuk Akal Bagian 1

Belajar spiritual masa kini bukan hanya dari sebuah ritual-ritual, tulisan-tulisan kuno dan peninggalan-peninggalan bersejarah.

Belajar spiritual masa kini lebih kompleks dan beragam cara, salah satunya dengan lelucon yang dikenal luas dengan nama meme.
LOL
Berikut meme terbaik yang relevan dengan kehidupan saya yang mungkin tidak banyak orang yang memahaminya.
Namun jika Anda mengerti, selamat datang kembali di blog ini dan menikmati keabsurdannya di setiap hari.

Pesan Untukmu di Tahun Baru

Pagi, matahari menyinari dirimu yang sebenarnya tidak pernah sendiri. Aku selalu ada bersamamu, mendampingimu, melihatmu berproses mencari makna. 

Tugas orang-orang yang hadir di hidupmu di tahun 2017 telah usai. Begitu pula tugas-tugasmu di hidup mereka. Bersiaplah untuk tahap selanjutnya yang lebih tinggi. Perbaiki dirimu, sembuhkanlah lukamu, perdalam sadhanamu. 


Lahir di Pulau Surga

Aku pernah curiga, masih curiga dan akan selalu curiga bahwa dahulu akulah yang memilih kelahiranku sendiri.
Dari kejauhan sebelum lahir ke dunia aku melihat-lihat kehidupan macam apa yang akan aku masuki. Mungkin semacam tour, (rasanya seperti membuka-buka menu di meja makan restoran) lalu melihat sebuah pulau tropis dengan alam yang asri dan getaran spiritual tinggi. 

Atheist yang Beriman



Iman, keyakinan, kepercayaan dan agama adalah hal yang absurd dan takkan pernah habis untuk diperdebatkan.

Seseorang pernah bertanya dua pertanyaan penting yang membuat saya membuat tulisan ini.

Ia bertanya kepada saya,
Bagaimana jika kebenaran yang sebenarnya adalah Tuhan tidak pernah ada?
Bagaimana jika semua kitab suci dan cerita agamamu adalah fiksi belaka?

Saat pertama kali mendapatkan pertanyaan tersebut, dada saya terasa sesak, tenggorokan saya tercekat dan alis saya otomatis berkerut. Serta pikiran-pikiran saya berbicara sendiri tanpa henti, tanpa terkendali.

Saat Pesan Kedamaian Terasa Begitu Membosankan


KEDAMAIAN YANG TIDAK POPULER 

Buku-buku kedamaian itu tergeletak begitu saja di rak-rak biasa, jarang ditempatkan di tempat khusus best seller. Kelas-kelas kedamaian itu sepi, tidak seperti kelas dengan tema "bagaimana meningkatkan pendapatan atau mencapai kebebasan finansial".

Tulisan tentang hal-hal damai minim peminat, berlumut dan hanya sesekali dibagikan. Grup-grup linimasa yang mengajarkan pesan kedamaian mengalir tenang, sementara grup yang suka berdebat, anggotanya mencapai ribuan dengan diskusi aktif dan saling cerca.

Anehnya yang diperdebatkan adalah agama yang katanya membawa kedamaian.

Orang-orang berdebat tentang bagaimana jalan menuju kedamaian. Sungguh ironi.
Kedamaian, bagi sebagian orang sangatlah membosankan.

Kedamaian, sama tidak populernya dengan kesunyian. Maka ketika ada orang yang menyukai kesendirian bahkan hingga akhir hidupnya tanpa kawan dan tidak menikah, akan dikasihani oleh sekitar. Mereka lupa, sepi bukan berarti kesepian. 

Selebaran Intoleransi Masa Kini

Saat itu di suatu hari di pukul 06.00, saya kecil yang baru bangun tidur langsung menghidupkan televisi. Saya berharap ada acara anak-anak, namun malah sebuah ceramah salah satu agama yang sedang tayang. Saya mendengarkannya dan ibu yang saat itu sudah lebih dahulu bangun ikut menonton dan berkata,
semua agama sama saja, mengajarkan kebaikan  

Lalu kami menonton ceramah itu berdua.

Saat itu di hari yang lain di pukul 14.00, saya sudah pulang sekolah dan sudah menyantap makan siang. Televisi menjadi satu-satunya hiburan dan ternyata sedang tayang serial televisi bertema keagamaan. Tanpa berkata-kata, ibu saya ikut menontonnya. Sejak saat itu serial itu menjadi tontonan wajib kami walaupun ada beberapa bagian yang tidak kami mengerti karena bukan ritual agama sendiri.

Derita Ibu Kunti

Seseorang manusia yang paling berani yang hanya pernah saya ketahui pernah hidup di dunia melalui cerita adalah Ibu Kunti. Keberanian dan kekuatannya menurut saya mengalahkan siapapun yang diproklamirkan paling berani. Ia adalah yang berani di atas pemberani. Ibu Kunti dalam cerita Mahabrata mengalami penderitaan demi penderitaan di dunia. Ditinggal mati oleh suaminya, terpisahkan oleh anak pertamanya, menghadapi penghinaan dan pengasingan di hutan, menyaksikan kematian cucu-cucunya, dan masih banyak derita fisik dan bathin lainnya. 


Ramal Meramal

Masa depan. tentu saja semua orang penasaran dibuatnya. Jadi apakah saya nanti, seperti apakah diri ini beberapa tahun kemudian, berapa saya punya anak, siapakah jodoh saya... 

Seorang gadis kecil umur 9 tahun meletakkan tangannya di depan teman sekelasnya dengan gugup
"Ramal aku"
Teman si gadis melihat garis tangan itu. Bertingkah seolah mempelajari lekak lekuknya lalu pada akhirnya berkata
"Kau akan hidup bahagia dengan suami dan 3 orang anak dengan rumah seperti istana"
Gadis kecil bahagia, percis seperti yang diharapkannya. Ataukah teman si gadis tau mimpi-mimpinya? Entahlah... 

Di waktu lain di sebuah kelas yang gaduh teman gadis memproklamirkan diri sebagai peramal. Lalu gadis itu datang meminta diramal lagi. 
"Rumit" katanya singkat hanya melihat 2 detik garis tangan. 
"Begitu saja?"
"Iya memang begitu. Hidupmu terlalu rumit!"
Wajah gadis itu kelihatan tidak senang dan khawatir. Ia mulai berpikir temannya ini mengada-ada. 

Begitu banyak yang ingin tahu namun semuanya tidak siap jika yang diramalkan akan terjadi tidak sesuai dengan yang diinginkan.


Custom Post Signature

Custom Post  Signature